Mintalah Kebijaksanaan – Pelajaran dari Salomo

by admin
Published on: February 8, 2014
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments
Ask Wisdom from God

Wisdom

“Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umatMu yang besar ini?” Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya AKu memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau tak kan bangkit seorangpun seperti engkau.” 1 Raja-Raja 3: 9-12

Pembaca yang budiman, seringkali kita berdoa kepada Tuhan meminta segala keperluan kita, umumnya kesehatan, kesejahteraan, rejeki , jodoh dan juga segala sesuatu yang kita butuhkan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu semua, semua baik adanya. Kita meminta Tuhan, Allah Bapa kita segala kebutuhan kita.

Namun bacaan kita hari ini sungguh sangat berbeda, Salomo yang telah menyenangkan hati Tuhan dengan memberikan 1000 korban bakaran – bukan main banyaknya bukan? (1 raja-Raja 3: 4) memperoleh belas kasih Tuhan dengan mendapatkan keistimewaan bisa meminta apa saja kepada Tuhan yang pasti akan dikabulkan … wah rupanya saat itu Tuhan berlaku seperti Jin dalam cerita seribu satu malam … mintalah maka akan dikabulkan … ? Lalu ternyata Salomo meminta hikmat kebijaksanaan. Dia tidak meminta kekayaan, umur panjang, kesehatan bahkan nyawa musuhnya.

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang tertinggi. Dia dikaruniai akal budi dan kehendak bebas. Dia bisa memilih apa yang dia inginkan, pikirkan dan lakukan. Sehingga jawaban Salomo pun kiranya menakjubkan buat Tuhan, karena dengan kehendaknya sendiri Salomo hanya menginginkan hikmat kebijaksanaan dan bukan yang lain.

Jawaban Salomo ini bisa kita jadikan refleksi untuk kita. Apakah kita akan meminta hal yang sama jika kita menjadi Salomo? Apakah memang perlu hikmat kebijaksanaan itu?

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, hidup kita ini setiap detiknya penuh dengan pengambilan keputusan; baik keputusan sederhana (misalnya mau makan apa hari ini?) atau pun keputusan yang rumit (mau mengampuni dan menyapa orang yang menyakiti hati kita ngga ya?)

Nah, disinilah kebijaksanaan berperan, karena apa yang kita putuskan akan selalu ada konsekwensinya. Istilahnya apa yang kita tanam akan kita tuai, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara. Keabadian kita berlanjut setelah hidup di dunia ini selesai.

Masalahnya adalah kita tidak pernah tahu kapan kita akan dipanggil pulang oleh Allah (meninggal). Nah, apa yang kita putuskan di dunia ini akan menentukan kemana kita pergi setelah mati, sehingga sebenarnya kita perlu sekali mendapatkan karunia hikmat kebijaksanaan dari Allah, agar seperti Salomo kita dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.

Oleh karena itu mari mulai saat ini kita selalu menyelipkan permohonan hikmat kebijaksanaan dalam doa harian kita. Agar kita selalu mendapatkan terang rahmat Tuhan dalam mengambil segala keputusan, sehingga pada akhirnya nanti kita bisa mulus pulang kembali ke rumah Tuhan . Amien

Tuhan memberkati, MG

 

Doa Bunda Maria Ambil Alihlah semua masalahku

Bunda Maria ambil alihlah masalahkuBunda Maria,

Ambil alihlah masalah-masalah yang tidak dapat kuatasi.

Tolonglah aku menghadapi hal-hal yang berada di luar kemampuanku.

Karena Engkau mempunyai kuasa untuk menolongku.

Tiada seorang pun yang pernah kecewa  akan pertolonganMu.

Bunda, ambil alihlah sekarang ini juga.

Saat tak terlihat setitik cahaya pun di ujung terowongan gelap yang kulewati saat ini juga.

Saat aku merasa bimbang dan takut.

Saat aku harus mengambil keputusan yang sulit, ketika semuanya Nampak memusuhiku

Bunda Maria doakanlah  aku, Amin

Talenta – hadiah indah dari Tuhan

by admin
Published on: November 13, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments
Talents- gift from God

Talent- gift from God

“ …. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku;lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya:Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam pekara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan urutlah kedalam kebahagiaan tuanmu …” Matius 25: 14-30

Taukah anda berapa berapa nilainya 1 talenta itu? Dari literature yang saya baca satu talenta itu sama nilainya dengan 36 kg emas atau sama dengan 6000 dinar yaitu 20 tahun kerja seorang buruh … coba aja kalau 1 gram emas=Rp.500 ribu, jadi 36 kg  kurang lebih 18 M … banyak ya ternyata …

Setiap orang dilahirkan dengan bakat dan keunikan tersendiri, bahkan kembar identik saja punya sidik jari yang berbeda lho .. Tuhan memang Maha Kuasa, Dialah yang menciptakan lebih dari 5 Milyar manusia di bumi ini dengan perbedaan yang signifikan di tiap individunya ..Terpujilah Allah selama-lamanya …

Nah, kalau setiap dari kita diberi bekal (baca: talenta) sejak lahir dari Allah, betapa sangat disayangkan kalau hidup kita tidak kita isi dengan hal-hal yang baik dan berguna bagi diri kita dan juga orang lain. Berapa banyak dari kita yang suka mengeluh (alias: keranjingan mengupdate status di facebook) mengenai hal-hal buruk yang dialami atau berkeluh kesah tentanga rumput tetangga yang terlihat lebih hijau …

Kita sering terpuruk melihat diri kita ini bukan apa-apa atau kurang jika dibandingkan orang lain. Kok si A lebih cantik yaaa , si B lebih kaya, Si C lebih bahagia dibandingkan diri kita. Kita sering mengeluh dan putus asa menjalani kehidupan kita. Padahal setiap orang sejak lahir sudah dibekali oleh kelebihan dan juga ‘kekurangan’ masing-masing yang notabene jika disatukan akan menjadi harmoni yang indah di mata Tuhan ..

Kemarin saya baru saja membaca sebuah buku yang menceritakan pengalaman seorang dokter bedah. Wah beneran ternyata untuk menjadi seorang dokter bedah yang mumpuni itu butuh seorang yang pinter  banget …  karena seorang dokter bedah itu dituntut untuk mengetahui kondisi kompleksitas seorang pasien dalam 10-15 menit pertama yang menentukan … coba saja kalau dia dihadapkan dalam kondisi kritis seorang yang terkena luka tembak, serangan jantung, korban tabrakan, orang yang kena stroke … 10 menit adalah waktu yang kritis bukan ?

Kekompleksitasan seseorang membuat saya berpikir mengenai keindahan seorang manusia. Manusia diciptakan Allah sebagai sebuah mahakarya. Tidak ada seorang manusiapun yang bisa membuat manusia artificial. Robot paling canggih pun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan manusia ciptaan Allah.

Lalu mengapa kita yang adalah mahakarya Allah sering merasa putus asa dalam menghadapi kehidupan? Mengapa ada diantara kita bahkan yang tega membuang sebuah kehidupan dengan melakukan aborsi? Hendaknya kita seperti hamba dalam bacaan diatas setia menjalani kehidupan dengan segala suka dukanya, menghayati kehidupan dengan menggunakan secara maksimal semua bakat kita demi kehidupan kita sendiri dan orang lain. Sehingga dengan melihat karya kita, orang akan memuliakan Allah Sang Pencipta.

Kalau kita setia dalam perkara kecil – artinya kita setia dalam menghadapi hidup kita dengan semangat berkarya yang tidak pernah padam, Tuhan akan mengubah hidup kita menjadi luar biasa . Paus Yohannes Paulus ke II adalah sebuah contoh kehidupan yang semacam ini.

Beliau lahir dari keluarga yang sangat sederhana di Polandia, dan sebelum terpanggil menjadi seorang imam menjalani berbagai macam profesi  seperti menjadi buruh pabrik dll. Kedua orang tua dan saudara satu-satunya pun meninggal waktu beliau masih muda (20 th-an) dan menjadikan dia sebatang kara. Namun kita melihat bahwa Tuhan merubah kehidupannya dan malah menjadikan dia seorang Paus yang luar biasa dalam abad ini bahkan saat ini beliau telah dinyatakan menjadi Beato- seorang yang Kudus- berkat karya-karyanya.

Benarlah sabda Tuhan: setialah dalam perkara-perkara kecil, maka Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar

Selamat Berkarya , MG

Perjumpaanku dengan Yesus

by admin
Published on: August 7, 2011
Categories: Pengalaman Rohani
Comments: No Comments

Pernahkah anda berjumpa dengan Yesus ? Ya, saya pernah … beginilah ceritaku:

Sepulang gereja Sabtu sore,si kecil mengajakku untuk makan di warung langganan kami yang letaknya dekat gereja, ” aku lapar nih bu” katanya. Waktu itu kami hanya berdua saja, karena suamiku sedang bertugas ke luar kota. Walaupun agak segan, akhirnya kuturuti juga permintaannya, sekalian nunggu jalanan sepi pikirku, malas juga menyetir sendiri di malam minggu begini ..

Lalu kami pun masuk ke warung tenda langganan kami dan memesan nasi uduk ayam goreng dan pecel lele plus tempe dan tahu goreng. Segera saja tercium aroma yang menggiurkan dan memancing perut keroncongan saat ayam dan lele meluncur ke penggorengan … mmmmmmh kok aku  jadi lapar juga ya? hihihiihi …

Pada waktu kami makan, tiba-tiba datanglah seorang Bapak. Badannya kurus, berpeci dan ada karet2 gelang di tangannya. Seingatku belum pernah aku melihat bapak ini di warung itu. Tidak seperti pengunjung lainnya, bapak itu hanya memesan teh manis hangat di plastik untuk dibawa pulang. Dia pun mencari2 uang di saku bajunya, dan akhirnya menemukan selembar uang ribuan kumal untuk membayar teh itu.

Ngga tau kenapa, hatiku tiba-tiba merasa trenyuh … Pikirku, pastinya bapak ini lapar juga sama seperti aku apalagi wangi ayam goreng ini pasti sangat menggoda, namun mungkin dia ngga punya uang sehingga untuk mengganjal perutnya dia hanya bisa membeli teh manis. Bapak ini tampaknya bukan seorang pengemis, mungkin pemulung – pikirku saat itu.

Biasanya aku segan, malu dan takut untuk memulai suatu pembicaraan dengan orang yang tidak aku kenal, namun akhirnya kuberanikan diri menyapa Bapak itu, “Pak mau sekalian makan? ngga papa sekalian sama saya ya …” Bapak itu terlihat terkejut mendengar tawaranku, namun dengan kikuk dia menggangguk dan mulai duduk. Penjaga Warung memberikan uang receh kembalian atas teh manis yang dibelinya, dan dengan hati-hati uang receh seratusan rupiah itu dihitungnya dan disimpan kembali dalam sakunya. Kadang kala kita saat ini menganggap uang receh seratus rupiah tidak  ada artinya bukan ? Kita juga suka kesal kan kalau mendapat kembalian receh di kasir supermarket?

Akhirnya makanan untuk Bapak itu siap, dan yang membuatku tambah terharu adalah pada saat bapak tersebut berdoa sebelum makan dan mengucapkan “Allhamdunilah …” Berapa banyak orang yang bisa mengucap syukur disaat hidup susah ? Apakah bisa kita mensyukuri rejeki sekecil apapun itu? Bapak tersebut memberikan contoh bahwa apapun kehidupan yang saat ini kita jalani, mengucap syukurlah senantiasa.

Akhirnya aku dan putriku telah selesai makan, dan tau kah kamu berapa yang harus kami bayar untuk 3 porsi nasi uduk dan teh manis ? hanya 30 ribu saja saudara-saudara ! Sering kali kita dengan gampangnya makan di rumah makan dan mengeluarkan uang ratusan ribu hanya untuk sekali makan bukan?

Kemudian kamipun pamit kepada Bapak itu dan menuju mobil untuk pulang. Karena penasaran, aku pun mencari-cari apakah ada gerobak  yang biasanya dipakai para pemulung di sekitar tempat itu, mungkin beliau adalah salah satunya. Namun tidak ada gerobak  yang dapat memberiku petunjuk yang lebih banyak mengenai si Bapak.

Pada saat kami lewat di depan warung itu, kusempatkan menengok kembali, pikirku pasti si Bapak masih ada karena waktu kami pamit, makanannya masih lumayan banyak, tapi anehnya Bapak tersebut sudah tidak ada …. lho kemana gerangan ? aneh juga ya kok bisa secepat itu …

Aku pun berbincang dengan putriku yang berumur 7 tahun mengenai hal itu, lalu aku berkata “mungkin Bapak itu malaikat ya ? ” eh putriku dengan yakinnya berkata ” Dia bukan malaikat ibu, Bapak itu Tuhan Yesus sendiri…, Dia turun dari surga untuk mengajari ibu tindakan belas kasih …”

Akupun terpana … Tuhan Yesus… pantesan hatiku berkobar-kobar tadi, pantesan aku berani menyapa Bapak itu … Aku teringat apa yang dikatakan Mother Teresa, kita bisa menemukan Yesus dalam diri saudara-saudara kita yang paling hina, tersingkir dan menderita. Kitalah yang seharusnya menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menolong, untuk berbagi dengan sesama kita.

Jika anda ingin berjumpa dengan Tuhan Yesus, bukalah mata dan hatimu .. Yesus menunggumu …

Terpujilah Nama Yesus selama-lamanya Amin -MG

Mazmur 71 – a gift for my Birthday

by admin
Published on: June 26, 2011
Categories: Kumpulan Mazmur
Comments: No Comments

Tambah umurku 1 tahun lagi ….. Terima kasih Tuhan untuk semua berkat dan perlindungan-Mu hingga saat ini. Terima kasih untuk suka dan duka yang kualami, itu semua semakin membuatku terpesona akan kebaikan dan cinta kasih-Mu kepadaku. Siapakah aku ini sehingga begitu Kau perhatikan ? Siapakah aku ini sehingga Engkau memahkotaiku dengan segala cinta-Mu ? Maha Dahsyat dan Agunglah Engkau Ya Allah … Siapakah seperti Engkau ? hormat dan sembahku hanya bagi-Mu

 

Doa minta perlindungan di masa tua – Mazmur 71

Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu

Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,

Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!

Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkanku;

Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.

Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.

Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.

Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.

Sebab musuh-musuhku berkata-kata tentang aku, orang-orang mengincar nyawaku berunding bersama-sama dan berkata:”Allah telah meninggalkan dia, kejar dan tangkaplah dia, sebab tidak ada yang melepaskan dia!”

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong Aku !

Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku!

Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; mulutku menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyurkan hanya keadilan-Mu saja!

Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-MU kepada semua orang yang akan datang.

Keadilan-Mu ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau ?

Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari Samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.

Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku.

Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.

Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan.

Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku.

Doa dalam Kesesakan

by admin
Published on: April 2, 2011
Categories: Kumpulan Doa
Comments: No Comments

Yesus Tuhanku …

Didalam kemelut hati ini, aku tidak ingin menuntut hidup mulus tanpa gelombang. Memanggul salib itulah tugasku sebagai pengikut-Mu, bukannya lari menghindar. Namun Tuhan, saat-saat aku tidak mengerti jalan-Mu, tunjukkanlah jalanku kearah rencana-Mu. Waktu kebingungan dan kekhawatiran melanda diriku, jangan lepaskan tanganku. Mampukan aku berdiri tegap melawan gelombang perasaanku yang tidak menentu. Bantulah aku untuk bersabar, penuh kasih dan kerendahan hati.Jangan biarkan aku hanyut melawan-Mu, menyerah dalam arus percobaan.

Biarlah dekapan kasihMu menguatkan aku untuk berjuang. Menyadarkan aku bahwa aku tidak sendirian, tetapi Engkau tak pernah lena dan tetap memangku, mendekapku dalam segala suasana, lebih-lebih dalam suasana yang gelap gulita dan membosankan ini. Tuhan biarlah aku semakin murni dalam genggaman tanganMu.

Amin

Berdoalah senantiasa, karena doa mengubahkan segala-galanya

Sabar menanti waktu Tuhan

by admin
Published on: April 2, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkotbah 3:11a)

Di dalam hidup ini, semua ada waktunya.

Ada waktu menabur, ada juga waktu menuai

Mungkin dalam hidupmu, badai datang menyerbu, mungkin doamu bagai tak terjawab!

Namun yakinlah tetap pertolongan Tuhan tidak akan terlambat, namun juga tidak akan lebih cepat!

Semuanya Dia jadikan indah tepat pada waktuNya.

Ingatlah bahwa Tuhan selalu dengar doamu, dan Dia tidak pernah meninggalkanmu.

Ajarlah kami setia selalu menanti waktuMu Tuhan …

Jangan kamu cemas percayalah kepadaKu

by admin
Published on: March 26, 2011
Categories: Kumpulan Mazmur
Comments: No Comments

Mazmur 62

Ulangan : *Jangan kamu cemas, percayalah kepadaKu*

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang, sebab daripadaNyalah keselamatanku *

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku, Dialah penokongku aku tak kan goyah *

Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah, bersama-sama mencoba meruntuhkannya seperti menyerang dinding yang miring, menggempur tembok yang mau roboh ? *

Rencana mereka tipuan belaka, mereka suka akan dusta *

Dengan mulut mereka memberkati, tetapi dalam hati mereka mengutuki *

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang dan padaNyalah segala harapanku *

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku, Dialah penyokongku aku tak akan goyah *

Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku, Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku *

Percayalah kepadaNya selalu hai umatku, curahkanlah isi hatimu dihadapanNya, Dialah pelindung kita*

Hanya angin belaka anak-anak Adam, kehampaan semata anak-anak manusia *

Bila ditimbang neraca terjungkit keatas, berat mereka bersama lebih ringan daripada angin *

Jangan menaruh harapan pada pemerasan, jangan mengantungkan diri pada perampasan *

Apabila harta milikmu bertambah, janganlah hatimu melekat kepadanya *

Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia, Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya *

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad,  Amin

Ubahlah Diriku Ya Tuhan

by admin
Published on: February 21, 2011
Categories: Kumpulan Doa
Comments: No Comments

CompassionTolonglah aku, ya Tuhan, supaya mataku penuh dengan belas kasihan, sehingga aku tidak pernah mencurigai atau menilai orang atas dasar penampilan lahiriah, tetapi melihat apa yang indah dalam jiwa sesama dan selalu siap menolong mereka.

Tolonglah aku, ya Tuhan, supaya telingaku penuh dengan belas kasihan sehingga aku dapat memberi perhatian kepada kebutuhan sesamaku dan tidak bersikap acuh tak acuh terhadap penderitaan dan keluh kesah mereka.

Tolonglah aku, ya Tuhan, supaya lidahku penuh dengan belas kasihansehingga aku tidak pernah berbicara jelek tentang sesamaku, tetapi selalu mengucapkan kata-kata penghiburan dan pengampunan untuk semua orang.

Tolonglah aku, ya Tuhan supaya tanganku penuh dengan belas kasihan dan penuh dengan perbuatan baik kepada sesamaku dan menanggung sendiri tugas-tugas yang sulit dan berat.

Tolonglah aku, ya Tuhan supaya kakiku penuh dengan belas kasihan sehingga aku dapat bergegas menolong sesamaku, dengan mengalahkan kelelahan dan keletihan sendiri. Istirahatku yang sesungguhnya adalah melayani sesamaku.

Tolonglah aku, ya Tuhan supaya hatiku penuh dengan belas kasihan sehingga aku sendiri dapat merasakan semua penderitaan sesamaku. Aku selalu memberikan hatiku kepada mereka yang aku tahu, akan menyalahgunakan kebaikanku. Aku mau mengurung diriku dalam Hati Yesus yang maharahim. Aku akan menanggung penderitaanku sendiri dengan berdiam diri.

O Yesus, ubahlah diriku menjadi diri-Mu sendiri, sebab tidak ada hal yang mustahil bagi-Mu.

Buku Harian St. Faustina, no 163

Jadikanlah Aku Pembawa Damai

by admin
Published on: February 17, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

Pray for Peace“Kamu telah mendengar firman:Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Matius 5:43-45

Hati ini rasanya miris setelah membaca berita di media mengenai peristiwa di Cikeusik dan Temanggung. Di jaman modern seperti ini kok ya masih ada orang yang menganiaya sesamanya dengan mengatasnamakan agama/keyakinannya. Bukankah seharusnya agama membuat perilaku manusia menjadi lebih bermartabat ? Lebih penuh kasih dan menghargai hidup manusia ?

Yesus dalam bacaan diatas meminta kita menjadi manusia yang lain dari pada yang lain. Alih-alih mengikuti arus yang diterima oleh masyarakat di jaman itu, dimana membenci musuh adalah suatu sikap yang wajar, Yesus justru meminta kita mengasihi dan berdoa untuk mereka yang menganiaya kita.

Sering kali sikap kita dipengaruhi oleh tindakan dan perilaku orang lain. Jika si A baik kepada kita, kita pun bersikap baik terhadapnya, namun jika si A judes, pemarah, suka bergosip dan bahkan memfitnah maka kita pun menjadi enggan bersikap baik terhadap dia. Untuk sikap seperti ini Yesus berkata:

“ Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?”  - Matius 5: 46-47

Untuk menjadi dan dikenal sebagai anak-anak Allah Yesus meminta kita untuk berbuat yang lebih jauh lagi yaitu agar kita menjadi:

“ …. haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna”  Matius 5:48

Waduh …. kita kan hanya manusia biasa, bagaimana bisa menjadi sempurna ? Kok rasanya berat sekali ya untuk dilakukan… Coba saja bayangkan jika pasangan hidup/ sahabat tega mengkhianati kita. Bertemu muka saja rasanya tak sudi …  tapi Tuhan Yesus bukan hanya meminta lho … Dia juga memberikan teladan kepada kita, pada saat Yesus disalibkan, ketika Dia mendoakan orang-orang yang telah menyalibkanNya:

“Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Luar biasa kan Tuhan Yesus itu ? … Dia bukan hanya berbicara, tetapi Dia juga memberikan contoh kepada kita untuk tetap konsisten menjadi orang baik, bahkan pada saat menderita dan dianiaya. Sama seperti Allah yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun yang menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi semua orang, tidak peduli apakah orang itu jahat ataupun baik, kita pun juga harus  berusaha konsisten menjadi orang baik apapun tindakan sesama kita.

Oleh karena itu marilah kita berdoa mohon rahmat dan pertolongan Tuhan untuk persatuan bangsa kita, agar Bhineka Tunggal Ika sungguh-sungguh terwujud di tanah air tercinta ini. Mintalah pada Tuhan agar kita bisa melihat orang lain sebagai sesama kita, apapun agama dan kepercayaan yang dianutnya dan agar kita bisa meninggalkan segala hal yang bersifat menghakimi karena sebenarnya hanya Allah lah yang berhak untuk menghakimi.

Marilah kita berdoa senantiasa agar bisa menjadi Pembawa Damai bagi sesama

Doa Jadikanlah Aku Pembawa Damai

Tuhan jadikanlah pembawa damai

Bila terjadi kebencian  : Jadikanlah aku pembawa cinta kasih

Bila terjadi penghinaan : Jadikanlah aku pembawa pengampuan

Bila terjadi perselisihan : Jadikanlah aku pembawa kerukunan

Bila terjadi kebimbangan : Jadikanlah aku pembawa kepastian

Bila terjadi kesesatan : Jadikanlah aku pembawa kebenaran

Bila terjadi kecemasan : Jadikanlah aku pembawa harapan

Bila terjadi kesedihan : Jadikanlah aku sumber kegembiraan

Bila terjadi kegelapan: Jadikanlah aku pembawa terang

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai

Sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni, dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. Amien

Tuhan memberkati -MG

Cinta tak Bersyarat

by admin
Published on: February 16, 2011
Categories: Bedah Buku
Comments: No Comments

Unconditonal Love - Cinta tak BersyaratREFERENSI BUKU

  • Judul : Cinta tak bersyarat
  • Judul asli : Unconditional Love
  • Pengarang : John Powell SJ
  • Penterjemah : Adolf Heuken SJ, Inez Sasse OSU. Victor P.Pane, Yulia Gunawan,Stephanus Partono –  Staf Yayasan Cipta Loka Caraka
  • Penerbit: Yayasan Cipta Loka Caraka
  • Cetakan: kelima, Tahun 2001
  • Jumlah halaman:104 halaman

Pengarang buku ini adalah John Powell SJ yg merupakan mahaguru pada Universitas Loyola di Chicago (AS). Pertama-tama dalam buku ini John Powell mengajak kita merenungkan apa prinsip hidup kita sebelum masuk kedalam pembicaraan mengenai cinta itu sendiri .

“Pada suatu saat kita semua, jauh di lubuk hati kita, akan bertanya:’ untuk apakah kehidupan ini?’ Ini suatu pertanyaan yang penting. Walaupun kadang-kadang menyakitkan, pertanyaan ini harus kita jawab .”   (hlman 9)

Banyak orang saat ini jarang merenungkan prinsip hidupnya, atau bahkan cenderung tidak mau tahu membiarkan hidup ini mengalir apa adanya, padahal prinsip hidup dapat membantunya dalam mempercepat pengambilan keputusan dan mengarahkan tujuan hidupnya. Ada bermacam-macam prinsip hidup misalnya: kenikmatan, hormat, karir, penghargaan, harta, dan kekuasaan, namun pada akhirnya John Powell menjelaskan apa prinsip hidup Jesus/ prinsip hidup Kristiani yang adalah cinta kasih.

“… pada Perjamuan Suci, pada saat-saat terakhir bersama mereka, Ia ingin menggarisbawahi kebenaran: KerajaanKu adalah Kerajaan Cinta Kasih! KerajaanKu bukanlah wilayah kekuasasaan dan persaingan. KerajaanKu bukanlah gudang kenikmatan atau tempat berlindung bagi mereka yang tidak mempunyai kemauan berusaha. Tuntutan yang mulia dan satu-satunya untuk memasuki Kerajaan Allah adalah pemilihan cinta kasih sebagai prinsip kehidupan …” (hlman 38)

Selanjutnya John Powell juga membeberkan tantangan krisis cinta di jaman sekarang ini, seperti  misalnya anggapan banyak orang bahwa cinta yang sejati itu sudah tidak ada –no time for love- , cara hidup yang memuja pengalaman; dimana orang dengan pengalaman segudang itu dianggap sebagai orang yang paling berbahagia dan cinta hanya menghalangi pemenuhan kebahagiaan tersebut, ataupun kecenderungan orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan mengabaikan kenyataan bahwasanya manusia adalah mahluk sosial.

Lalu apa sebenarnya arti mencinta? Cinta adalah suatu keputusan dan keterlibatan.

“… saya sekarang-karena pilihan bebas saya- terlibat pada kebahagiaan, keamanan dan kebaikan orang yang saya cintai. Saya akan berbuat apa saja yang mungkin untuk membantu orang itu dalam merealisasikan segala cita-citanya … (hlman.57)

John Powell kemudian masuk lebih dalam lagi ke dalam pengertian Cinta sejati yang tidak bersyarat:

“ … Saya mau membagikan kepadamu segala kepunyaanku yang baik. Engkau tidak perlu memenangkan suatu perlombaan atau membuktikan diri pantas menerima hadiah ini. Bukan soal pantas tidaknya menerima cinta saya. Saya tidak berkhayal bahwa salah satu diantara kita adalah orang yang paling baik di dunia ini. Bahkan saya tidak beranggapan, bahwa diantara semua orang kita lah yang paling cocok satu sama lain. Sebaliknya, saya yakin bahwa di suatu tempat terdapat seseorang yang mungkin ‘lebih baik’ bagimu atau bagi saya. Tetapi bukan ini persoalannya. Persoalannya saya telah memilih untuk memberikan cintaku kepadamu, dan engkau telah memilih untuk mencintaiku …”  (hlman 59)

Jadi dengan cinta yang tidak bersyarat ini kita bisa menjadi diri sendiri tanpa takut kehilangan cinta itu. Cinta yang seperti ini mengembangkan jiwa kita dan menumbuhkan potensi-potensi dari dalam diri kita. Namun Cinta yang seperti ini juga menuntut keterlibatan kita dalam memberi dan menerima cinta dengan segala dinamikanya yang terkadang menggetarkan jiwa. Ada saat-saat manis, ada saat kering, ada saat dimana tantangan begitu menghadang, namun  itu semua bagian dari pada pendewasaan kita dalam memberikan cinta sejati yang tidak bersyarat.

Pada akhirnya John Powell mengajak kita kembali kepada Tuhan kita yang adalah cinta. Dalam perumpamaan tentang Anak yang hilang, Yesus sang Sabda Cinta Ilahi menegaskan bahwa Allah Bapa selalu mengasihi kita apapun yang telah kita perbuat, Dia selalu menunggu kita untuk kembali kepadaNya karena seperti juga Yesus yang memberikan nyawaNya untuk kita -sahabat-sahabatNya demikian juga Bapa mencintai kita tanpa syarat.

Akhir kata, buku ini sangat layak dibaca agar kita mengetahui makna cinta sejati dan meneguhkan prinsip hidup kita sebagai seorang Kristiani yang mau mengikut Jejak Kristus.

Tuhan memberkati -MG

Menjadi Terang Dunia

by admin
Published on: February 6, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.” Matius 5:16

Pernahkah anda menyadari bahwa kalau pada saat mati lampu, cahaya lilin akan terlihat terang sekali? Cahayanya bahkan kita cari, dan menjadi pusat kita berkumpul di dalam rumah tersebut. Orang modern di kota-kota besar bahkan tidak bisa lepas dari listrik atau cahaya. Jika mati lampu, banyak dari kita yang kesal, bahkan bingung karena AC mati dan anak-anak menjadi rewel karena kepanasan. Kegelapan  itu bagi banyak orang menakutkan dan tidak menyenangkan.

Yesus dalam bacaan di atas mengingatkan kita untuk menjadi ‘terang dunia’. Dia meminta kita sebagai pengikut Kristus untuk membawa kabar baik bagi orang lain, dan menjadi terang khususnya saat ‘kegelapan’ meraja lela. Kegelapan yang dimaksud disini adalah saat dosa begitu merasuk dalam kehidupan masyarakat, sehingga kepedulian kita terhadap penderitaan sesama menjadi tumpul.

Menjadi terang yang bercahaya,berarti kita tetap berbuat baik apapun yang terjadi agar orang-orang mengetahui dan kemudian memuliakan Allah Bapa di sorga. Apakah itu perbuatan baik?

“Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu , dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.” Yes 58:9c-10

Banyak orang memberi hanya sekedar  kewajiban saja. Namun bukan itu yang diminta Tuhan, dia meminta kita untuk memberi dengan hati dan peduli terhadap kebutuhan sesama.

Kali ini, saya ingin membagikan suatu kesempatan untuk berbuat baik dan menjadi terang dunia bagi sesama. Saat ini banyak saudara-saudari kita di Merauke yang tidak punya kesempatan untuk hidup yang lebih baik karena minimnya sarana dan prasarana untuk belajar.

Merauke terletak di Papua- pulau paling timur Indonesia. Luasnya 5 kali pulau Jawa. Penduduknya 2.5 juta dan terpencar-pencar; mungkin jarak Pondok Indah-Bekasi baru bisa ketemu 5 orang, luar biasa luasnya bukan? Mayoritas masyarakatnya buta huruf sehingga kekayaan alamnya yang luar biasa tidak bisa mereka kelola dan manfaatkan. Mereka menjadi miskin di tanah air mereka sendiri .

Para imam dan suster yang ada di sana harus berjuang menghadapi medan yang berat, lewat darat (jalan penuh lumpur), lewat air (sungai), dan udara, menjangkau daerah-daerah terpencil. Selama ini mereka selain berperan sebagai pengajar terkadang juga sebagai mantri kesehatan.

Oleh karena itu muncul komunitas Misi Kemanusiaan Peduli Papua/MKPP. Gerakan ini adalah suatu gerakan umat untuk mau peduli dan berusaha mewujudkan kasih Allah di tanah Papua melalui pendidikan anak-anak Papua. Salah satu ajakan untuk berpartisipasi adalah melalui Tabungan Kasih.

Melalui tabungan kasih, umat yang tergerak untuk membantu dapat menabung selama 3 tahun dan pada akhir tahun ketiga uangnya dikembalikan kepada umat tanpa potongan dan bunga. Bunga yang terkumpul dari tabungan ini saja yang menjadi dana untuk misi ini.

Jadi sebenarnya mereka hanya berharap dari bunga tabungan kasih ini saja. Padahal seringkali kita makan siang sekali dengan keluarga kita di KFC/MC. Donald saja sudah lebih dari 100 ribu kan? Nah, alangkah kecilnya sumbangan yang diharapkan dari kita oleh gerakan ini jika dibandingkan dengan misi yang mereka pikul; memberikan pendidikan untuk anak-anak Papua, supaya mereka bisa mempunyai kesempatan hidup yang lebih baik dan akhirnya menjadi tuan di tanah air mereka sendiri.

Pelindung MKPP adalah Mgr. Nicholaus Adi Seputra, MSC (Uskup Agung Merauke), Mgr. Aloysius Murwito, OFM (Uskup Agats), Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM (Uskup Jayapura).

Tanda kasih anda bisa kirimkan ke:

  • Bank BCA cabang Suryopranoto Jakarta a/c.261.1888.700 a.n Nicholaus Adi Seputra, MSC
  • Bank Mandiri cabang Cut Meutia Jakarta a/c 123-00-0512326-2 a.n Nicholaus Adi Seputra, MSC

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tabungan Kasih bisa sms ke no. 0852 857 92 888 atau 0852 859 52 999 atau atau telp: 021-5696 5736

Mari menjadi terang Tuhan bagi sesama, jangan lupakan saudara-saudara kita di Papua

Tuhan memberkati, MG

Bersiap sedialah untuk kedatanganNya

Jesus I Trust in You“ Sebab itu, hendaklah kamu siap sedia juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Matius 24:44

Baru saja saya membaca berita di media bahwa ada seorang selebritis yang masih berusia 43 tahun tapi tiba-tiba saja terkena serangan jantung dan langsung meninggal dunia. Hal ini sangat mengejutkan karena selama ini dia dikenal hidup sehat, suka berolah raga dan kelihatannya tidak bermasalah dengan kesehatannya. Anaknya pun masih kecil-kecil, dan pastinya berita ini sangat mengguncangkan keluarga muda tersebut.

Kejadian ini mengingatkan saya akan kerapuhan manusia. Manusia bisa merencanakan semua hal, bisa punya segala macam kenikmatan duniawi, tapi jika Tuhan sudah memanggil kita ‘pulang’, tidak ada satu pun yang bisa menghindarinya.

Manusia kadang lupa akan kerapuhan dirinya. Apalagi jika tampuk kekuasaan dan harta di pegangnya, seakan-akan dia bisa mengatur semuanya, bahkan juga hidup orang lain. Sungguh miris hati saya menyaksikan keadilan di negeri ini. Seorang koruptor bisa bebas melenggang kesana kemari dengan menyogok aparat negeri ini, namun seorang rakyat miskin jelata yang tidak punya apa-apa untuk membela dirinya dan dituduh mengambil buntut sapi atau sepasang sandal harus meringkuk dalam tahanan.

Harta dan kekuasaan memang bisa melenakan dan membutakan manusia sehingga hanya memikirkan kehidupan di dunia ini tanpa memikirkan bahwa jika dia mati nanti, semua harta dunia yang dia punya tak satu pun yang  bisa dia bawa. Sama seperti saat kita dilahirkan yang tidak membawa apa-apa, saat kita mati nanti pun kita juga tidak bisa membawa apapun kecuali hati kita.

Yesus memberi nasihat kepada kita untuk berjaga-jaga dan siap sedia akan kedatangan Tuhan. Jangan dianggap disini bahwa kedatangan Tuhan itu sebagai akhir dunia, namun lihatlah itu sebagai saat kita menghadapi kematian kita pribadi, ya pada akhirnya kita semua nantinya akan mati … kembali kepada sang Pencipta.

Kematian itu menakutkan tidak sih? Sebenarnya wajar saja jika kita merasa takut, karena kita mau tidak mau, siap tidak siap pada saat kita mati harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama kita hidup.  Kenyataan ini sungguh mengetarkan jiwa bukan?  Tapi apa kata Tuhan Yesus kepada kita :

“… ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.” Matius 28:20

Jadi kita tidak pernah sendirian, juga saat kita nanti menghadapi ajal. Yesus yang selalu mencintai kita selalu mengharapkan kita kembali kepadaNya. Satu yang Dia minta supaya kita PERCAYA KEPADANYA dan memohon KERAHIMANNYA, agar Dia membersihkan jiwa kita untuk layak masuk kedalam surga.

Di jaman sekarang ini, disaat dosa semakin meraja lela, marilah kita berdoa Koronka kepada Kerahiman Ilahi yang diperkenalkan oleh St. Faustina. Dengan doa ini kita mempersembahkan sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah Bapa, sambil memohon supaya Bapa berkenan mengampuni dosa umat manusia.

Doa Koronka kepada Kerahiman Ilahi

Tanda Salib

- Doa Bapa Kami

- Doa Salam Maria

- Doa Aku Percaya

- Pada manik “Bapa Kami” Rosario biasa, diucapkan doa berikut ini: Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putera-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.

- Pada manik “Salam Maria” biasa, diucapkan doa berikut ini: Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah Belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia. (10 kali)

- Koronka ditutup dengan doa : Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3 kali)

Doa Jam Kerahiman (pukul 15.00)

Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia. O Sumber kehidupan, kerahiman Ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami.

Doa Utama kepada Kerahiman Ilahi

Darah dan Air, yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami. Engkaulah Andalanku.

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kamidam seluruh dunia (3 kali). Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku.

Tuhan memberkati-MG

Imam yang kudus

by admin
Published on: February 4, 2011
Categories: Pengalaman Rohani
Comments: No Comments

Imam yang kudus membawa kita ke surgaImam yang kudus… Bagaimana kita bisa mengetahuinya?

Ini hanya bisa dirasakan … namun kekudusannya menular kepada kita. Apa yg dikatakannya merasuk ke dalam hati, membuka keharuan dan pengertian akan cinta Tuhan. Betapa Tuhan sungguh mencintai kita. Kekudusannya membakar jiwa kita untuk merindukan Yesus, sungguh luar biasa ternyata merayakan Ekaristi dengan seorang Imam yg kudus.

Ceritanya dimulai saat aku mengikuti misa hari Minggu pagi. Imam yang kudus tersebut bercerita bahwa pada saat umurnya mencapai 58 thn, usia dimana biasanya kita memasuki masa pensiun dia malah diutus Tuhan untuk membuka lahan baru di suatu negeri asing dengan membuka sebuah sekolah bagi para imam (seminari) bagi konggregasinya.

Dia pun bingung … Bagaimana caranya ? daerah itu asing bagi dia, bahasa mereka pun dia tidak paham … hanya satu keyakinan yang dipegangnya  yang merupakan pesan dari Roma yang menyatakan bahwa “Roh Kudus akan menyertai engkau”

Dan sungguh, keajaiban pun terjadi … biji sesawi yang sangat kecil itu pun tumbuh … Saat ini sudah ada belasan imam dari penduduk lokal dan masih ada lagi puluhan imam yg sedang belajar dan menunggu untuk ditahbiskan, luar biasa kan karya Tuhan ?

Imam itu  meminta kita mengendapkan frase ini dalam hati kita :

“Hal-hal besar terjadi jika Tuhan campur tangan dalam hidup kita ”

Aku sungguh merasa sangat terbekati, hadir dalam misa hari itu. Cinta Tuhan membaharui hidupku, aku hanya merindukanNya, merindukan untuk bisa melayaniNya. Pada saat doa AKU PERCAYA (Credo), tiba- tiba ada rasa haru yang luar biasa .. Aku  berkata dengan segenap hatiku:

” Aku Percaya akan Allah Bapa Yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi dan akan Yesus Kristus Putranya yang Tunggal Tuhan kita …

Putriku yang berumur 7 tahun bersaksi bahwa seluruh malaikat turun dari surga, semua santo dan santa hadir, Tuhan Yesus dan Bunda Maria juga hadir untuk bersama romo yg kudus merayakan Ekaristi kudus  …. Luar Biasa !! Praise the Lord O my soul !

Marilah kita berdoa untuk para imam, agar Tuhan memampukan mereka untuk bertahan pada panggilannya, menjadikan dia suci dan menjadi perwakilan Kristus di dunia ini. Imam yang kudus akan melancarkan jalan kita ke surga

Doa untuk para Imam

Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, demi cinta kasih-Mu kepada putraMu kami memohon limpahkanlah belas kasih-Mu kepada para Imam, karena Imam kami adalah manusia biasa dengan segala kekuatan dan kelemahannya.

Kobarkanlah selalu dalam diri para Imam-Mu Rahmat panggilan yang telah Kau limpahkan dan Kau resmikan dengan urapan Roh Kudus. Jauhkanlah mereka dari segala sesuatu yang mengasingkan mereka dari-Mu dan dari persekutuan umat-Mu.

Utuslah Roh KudusMu yang memampukan para Imam-mu untuk setia dan gigih dalam pelayanan di tengah umat-Mu, membagikan karunia rohani yang Kau hadirkan dalam rahmat sakramen-sakramen Gereja-Mu.

Utuslah Roh Kudus-Mu, Yang melindungi dan menghibur para Imam-Mu, dikala menghadapi sakit dan kesepian, dikala mengalami tantangan dan godaan, semoga para imam-Mu menjadi cahaya kasih yang senantiasa menumbuhkan harapan hidup yang membawa kami, umat-Mu, kepada kesatuan dengan-Mu.

Ini semua kami mohon dengan pengantraan Kristus, Tuhan kami. Ya hati kudus Yesus, Imam Agung Abadi, kasihanilah mereka. Ya Hati Tersuci Maria Ratu para imam, doakanlah mereka. Ya Santo Yohannes Maria Vianney, doakanlah mereka. Amien

Tuhan memberkati -MG

Jangan takut, PERCAYA saja

by admin
Published on: February 3, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

Faith in God changes everythingKetika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata:”Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” Markus 5:35-36

Di jaman modern ini saat terjadi krisis ekonomi dunia, disinyalir angka bunuh diri semakin tinggi. Beban hidup yang dirasa makin berat, dan pergeseran nilai sosial di masyarakat yang semakin individualis juga menambah  semakin banyaknya orang yang menempuh jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Betapa tidak, manusia yang diciptakan mulia dan sempurna memilih jalan pintas semacam itu; jalan yang tidak mungkin dipilih oleh mahluk lain yg tidak berakal budi. Rupanya banyak manusia yang merasa tidak punya lagi harapan untuk hidup yang lebih baik

Bacaan diatas menceritakan saat Yesus membangkitkan anak Yairus kepala rumah ibadat. Kondisinya saat itu juga seakan tiada harapan bukan? Anak itu telah mati … apa lagi yang bisa kita perbuat ? namun Yesus malah meneguhkan Yairus dengan berkata: “Jangan takut, percaya saja!”

Rupanya Yesus tahu kelemahan manusia yang paling dalam yaitu: merasa takut. Banyak orang menghindari, atau sekurang-kurangnya tidak mengakui rasa takut yang ada di dalam dirinya, dan menutupinya dengan berbagai macam hal; misalnya dengan marah-marah dan menyalahkan keadaan, dengan bersikap apatis, dengan bekerja mati-matian sampai lupa waktu, dengan mengkonsumsi narkoba, dengan perilaku bergonta-ganti pasangan ataupun dengan berhura-hura dugem seharian. Padahal alasan sebenarnya karena mereka itu takut menghadapi kenyataan hidup. Takut kesepian, takut tidak punya uang, takut masa depan, takut jadi perawan tua, takut sakit, takut menderita dsb …

Namun lewat bacaan tadi Tuhan Yesus mengajak kita untuk tetap berpengharapan, untuk menjadi berani menghadapi hidup. Hanya satu yang diminta Tuhan yaitu agar kita PERCAYA KEPADANYA

Percaya kepada Janji Tuhan, percaya bahwa kehendakNya adalah yang terbaik untuk kita, percaya bahwa Tuhan selalu bersama kita dan akan selalu mencukupkan kebutuhan kita

“ … Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu; akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai ….….  Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan itu. Tetapi carilah dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu …”  – Matius 6:25-34

PERCAYA … mudah dikatakan sulit dilakukan… di bibir kita bilang percaya, namun didalam pikiran dan hati kita menyangsikannya … “jangan-jangan …masak sih …beneran nggak nih … dsb” Tapi Ini semua memang memerlukan proses, jarang dari kita yang bisa langsung instan, bahkan Santo dan Santa pun di masa hidupnya pernah mengalami saat-saat kering semacam ini, khususnya saat menghadapi masalah yang seakan tiada berujung pangkal…

Marilah hari demi hari kita berusaha untuk terus percaya seperti syair dalam lagu ini:

Saat ku tak melihat jalanMu

Saat ku tak mengerti rencanaMu

Namun kutetap pegang JanjiMu

Pengharapanku hanya padaMu

Hatiku Percaya – Slalu ku percaya …

Tuhan memberkati -MG

Sembuh dari Penyakit Kusta Rohani

Tuhan yang menyembuhkanSeorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapanNya, ia memohon bantuanNya, katanya:”Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir – Markus 1:40-42

Penyakit kusta adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang pada jaman Tuhan Yesus. Penyakit kusta saat itu belum ada obatnya. Si penderita bukan saja menderita secara lahir tapi juga secara batin, karena dia tidak boleh bergaul lagi dengan sesamanya yg sehat, dia harus berpakaian compang-camping, rambutnya di gundul dan harus tinggal jauh dari perkampungan penduduk. Orang yang terkena penyakit ini dianggap najis dan terkena kutukan dari Allah.

Namun dalam bacaan Injil di atas, kita melihat ada seorang penderita kusta yang memberanikan dirinya menghadap Yesus. Dia tentunya telah mendengar kehebatan Yesus dari tutur kata orang di sekitarnya bahwa Yesus dapat menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan. Namun disaat yang bersamaan, dia juga tahu resikonya menghadap Yesus, pastilah tidak mudah menembus kerumunan orang banyak dengan kondisinya saat itu, paling tidak orang-orang pasti akan mengusirnya dan yang terparah adalah kemungkinan bahwa Yesus tidak mau menyembuhkannya.

Dalam keadaan batin yang tertekan seperti itu, tokh dia tetap maju, dia memberanikan berlutut dihadapan Yesus dan memohon bantuanNya dia berkata : Kalau Engkau mau …. Perkataan ini menunjukkan betapa dalamnya iman si penderita kusta ini. Dia percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkannya, namun dia juga sadar bahwa penyakit kusta ini mungkin terjadi karena dosa-dosanya kepada Allah, dia sadar bahwa dia tidak layak dan penuh dosa. Dia maju dengan kepasrahan total dan kerendahan hati yang dalam, dia berlutut dan berharap kepada Yesus.

Melihat iman si kusta dan kerendahan hatinya, Yesus pun berbelas kasih kepadanya. Di luar dari kebiasaan orang yang hidup pada jaman itu, yang menjauhi dan menghindari orang berpenyakit kusta, Yesus bahkan menjamah orang itu dan menyembuhkannya.

Di jaman modern saat ini, penyakit kusta sudah ada obatnya dan bisa disembuhkan, namun banyak penyakit kusta jenis lain yang bermunculan, dan lebih parah lagi akibatnya; yaitu penyakit kusta rohani. Penyakit kusta rohani tidak tampak dari luar, tetapi dia tumbuh dan berakar di dalam hati dan jika tidak kita berantas bisa membawa kita kepada kebinasaan yang kekal, jadi sangat berbahaya bukan?

Apakah itu penyakit kusta rohani? Sikap egoistis, tidak mau mengampuni, tidak punya belas kasih kepada sesama, kesombongan, iri hati, sikap yang mengangung-agungkan harta, seks,dan kekuasaan adalah salah satu penyakit kusta rohani. Kusta rohani membuat si penderita merasa kering, merasa jauh dari kedamaian dan kebahagiaan. Hidup terasa monoton, kesepian dan tidak berarti.

Banyak orang menghindari, menyangkal, dan mencari pelarian atas perasaan ini. Sebagian dengan menyibukkan diri tenggelam dalam pekerjaaannya, sebagian lainnya dengan alcohol dan obat-obatan terlarang, sebagian dengan cara hidup berganti-ganti pasangan yang akhirnya malah semakin menambah parah penyakit ini sehingga rasa ‘lapar’ dan kekosongan dirinya semakin menjadi-jadi.

Bagaimana caranya terlepas dari kusta rohani ini? Bacaan diatas hendaknya bisa kita jadikan pelajaran. Kita harus mau membuka diri terhadap cinta kasih Allah. Kita harus menyadari dan berusaha merendahkan diri, memohon ampun kepada Allah atas kelemahan kita dan memohon pertolonganNya untuk bisa terlepas dari penyakit ini.

Tanpa kesadaran dan kemauan untuk sembuh rasanya sulit bagi Allah untuk menyembuhkan kita karena kita diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih semua tindakan kita, sehingga kesembuhan kita pun memerlukan kesediaan dari kita untuk bekerja bersama Allah, mau untuk disembuhkan.

Kusta rohani menjauhkan diri kita dari Allah yang adalah Pencipta kita. Inilah hakekat hidup manusia, hidup bersama Allah. Ketika kita jauh dari Allah, kita merasa kosong, sepi, dan tak berarti. Hidup seperti ini sangat menakutkan, dan semakin kita menyangkalnya semakin kita terperosok kedalamnya.

Marilah kita membuka diri seperti si orang kusta itu. Kita berlutut, memohon kesembuhan, dan cinta Allah hadir dalam diri kita. Allah selalu menunggu kita datang kepadaNya, seperti cerita tentang perumpaan anak yang hilang:

“ … Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia …” Lukas 15:20

Allah adalah Bapa kita. Dia menunggu kita kembali kepadaNya, seburuk apapun keadaan kita, sebanyak apapun dosa kita, Ia siap mengampuni dan menyembuhkan kita karena kita adalah anak-anak Allah.

Jangan pernah meragukan cintaNya, dan terus berharaplah kepada kemurahan hatiNya.

Mari kembali kepada Bapa

Tuhan memberkati-  MG

Tuhan adalah sahabat keheningan

by admin
Published on: January 15, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

Tuhan adalah sahabat keheningan“Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa disana. – Markus 1:34 – 35

Kehadiran Yesus menarik banyak orang, mereka ingin bertemu Yesus dan disembuhkan dari segala penyakit dan kelemahan. Kuasa Yesus menyembuhkan segala penyakit jasmani dan rohani.  Si jahat tahu siapa Yesus, oleh sebab itu Yesus melarang mereka untuk berbicara tentang Dia sebab waktunya belum digenapi. Akan tetapi setelah hari yang sibuk, keeesokan harinya ternyata Yesus tidak bersantai-santai. Pagi-pagi benar bahkan saat hari masih gelap, Dia bangun dan memilih untuk pergi ke tempat yg terpencil dan berdoa disana.

Dia menjauhkan diri dari segala hingar bingar dunia, dan memilih tempat yang sunyi untuk berdoa dalam keheningan kepada Bapanya. Coba kita cermati lagi; Yesus yang adalah Tuhan memerlukan waktu untuk berkomunikasi dengan BapaNya sebelum melanjutkan perutusanNya di dunia.

Di jaman modern seperti ini, keheningan menjadi suatu hal yang langka. Dari sejak kita terbangun dari tidur kita sudah disuguhi oleh berbagai macam alat telekomunikasi, dan tak jarang ‘kebisingan’ seakan sudah menyatu dengan kehidupan kita. Lihat saja begitu bangun banyak diantara kita yang langsung  buka Blackberry, buka computer, chat online dengan teman, pada saat nyetir pun kita langsung stel radio, pasang Ipod dst… apakah sebenarnya kita takut pada keheningan?

Mother Theresa mengatakan bahwa Tuhan adalah sahabat keheningan:

  • Buah keheningan adalah Doa
  • Buah Doa adalah iman
  • Buah iman adalah cinta
  • Buah cinta adalah pelayanan
  • Buah pelayanan adalah Damai

Yesus memberikan teladan kepada kita bahwa kita perlu untuk masuk kedalam keheningan dan menjalin komunikasi yang akrab dengan Sang Pencipta. Karena dengan demikian kita akan mendapatkan buah-buahnya yaitu: iman, cinta dan damai – bukankah itu semua yang dicari oleh manusia ?

Kita semua diberikan waktu yang sama oleh Sang Pencipta, 24 jam sehari. Kita bebas mempergunakan waktu itu untuk apa saja yang kita inginkan.Banyak diantara kita yang  sibuk mengerjakan perbagai hal sampai merasa tidak punya cukup waktu, sementara ada juga yang bingung mau mengisi waktu yang ada saat ini dengan mengerjakan apa sampai rasanya ingin waktu segera berlalu.

Nah, Yesus mengajak kita mengikuti teladannya untuk  untuk memberikan waktu hening tiap-tiap hari kepada Tuhan. Lebih baik lagi jika itu dilakukan pada pagi hari sebelum kita memulai semua aktifitas. Kebiasaan kita itu akan menyegarkan jiwa kita dan menguatkan kita untuk menyelesaikan segala urusan dengan perlindungan dan pertolongan Tuhan.

Selamat “Mengheningkan Cipta” – Saat hening bersama Pencipta :-)

Tuhan memberkati -MG

Yuk mari kita berbagi …

by admin
Published on: January 12, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

“Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu” – Markus 6:41

Kita bisa banyak belajar dari mukjijat pengadaan roti. Coba kita lihat situasi saat itu : hari sudah mulai malam, ribuan orang sudah lelah dan lapar sedari siang mendengarkan pengajaran Yesus. Mereka adalah orang-orang kecil  yang tidak membawa banyak bekal, terbukti seorang anak hanya membawa 5 roti dan dua ikan saja yang mungkin sekali itu adalah bekal untuk satu keluarganya .

Sementara itu murid-murid mulai bingung, panic sekaligus takut menghadapi massa yg sedemikian banyak. Hari sudah mulai malam, uang yg ada ditangan juga terbatas kalaupun uangnya cukup para murid juga pasti bingung mau beli rotinya dimana ; kan dijaman itu tentunya belum ada Mc Donald/ KFC yg buka sampai malam kan hihihihi …

Rasanya jalan terbaik yg bisa dipikirkan para murid adalah menyuruh orang-orang itu untuk bubar sehingga  mereka bisa mencari makan sendiri … nah beres kan ? namun bukan demikian yg diminta Tuhan Yesus, dia memerintahkan para murid untuk memberi mereka makan … waduh … kok kayaqnya impossible ya … Namun kitab suci mencatat bahwa dari kesediaan seorang anak untuk berbagi maka terciptalah mukjijat penggadaan roti.

Saat ini sering kali kita juga dihadapkan oleh persoalan yang kelihatannya impossible/ tidak mungkin bisa kita pecahkan. Kita jadi panic, bingung, rasanya tidak jalan keluar lagi, tidak ada harapan … disaat seperti itu biasanya kita jadi sulit mengerti kesusahan orang lain apalagi untuk mendengarkan keluh kesah orang lain. Kita juga lagi susah, boro-boro mikirin orang lain … mungkin itu yang ada dalam benak kita.

Padahal kita bisa bercermin dari mukjijat penggandaan roti. Jika kita dihadapkan kepada situasi sulit/ keterbatasan kita, dan kita bisa melakukan seperti yang Tuhan Yesus perintahkan yaitu: mau berbagi dengan sesama, maka hal itu akan meringankan beban kita sendiri. Kita persembahkan sedikit yg kita punya itu kepada Tuhan, agar Dia sendiri yg menggadakannya untuk kita dan sesama sehingga Kemuliaan Tuhan terlihat melalui tindakan kita.

Tindakan memberi membuat kita merasakan kedamaian, rasa syukur dan pengharapan akan hasil yang lebih baik. Tuhan Yesus meminta kita percaya kepadaNya, sama seperti saat Dia meminta para murid untuk memberi makan dan para murid mematuhinya, walaupun saat itu kelihatannya  impossible .

Tuhan meminta para murid untuk berbelas kasih dan bertanggung jawab terhadap sesamanya, sesulit apapun keadaan mereka. Kesediaan untuk berbela rasa, berbagi dari sedikit yang kita punya itu sangat berkenan bagi Tuhan.

Di jaman dimana semua orang sibuk dengan urusan mereka sendiri, berbagi tidak saja bisa kita lakukan secara materi tetapi bisa jadi hal-hal diluar materi malah lebih dibutuhkan  misalnya : memberikan waktu, pikiran, tenaga, dan perhatian kita, bahkan memberikan senyum juga hadiah yang sangat menyenangkan buat sesama kita hihihihih ….. percaya saja bahwa Tuhan akan selalu mencukupkan kebutuhan kita

Tuhan memberkati -MG

Pengharapan di dalam Tuhan

by admin
Published on: January 10, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: Comments Off

Pengharapan di dalam Tuhan“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”   Yeremia 17:7-8

Menjadi kecewa ketika harapan kita tidak terlaksana adalah hal yg sering kali kita alami dalam kehidupan ini. Kekecewaan itu terutama bertambah kala kita merasa bahwa apa yang kita harapkan sangat baik untuk kita, atau pada saat kita bergantung pada harapan itu untuk kelangsungan hidup kita, atau pun saat harapan itu begitu dekat terlaksana di depan mata kita tapi dalam sekejab hilang lenyap misalnya: kita sudah dapat informasi dari atasan akan naik jabatan/promosi minggu ini,tetapi  tiba-tiba dapat berita kalau kenaikannya ditunda tanpa alasan yg jelas.

Kemudian biasanya yg terjadi kita cenderung menyalahkan semua hal; atasan, situasi, pasangan hidup kita, anak kita dst, pokoknya hidup menjadi suram dan masa depan kabur tidak menentu. Biasanya hal ini akan menyebabkan kedamaian lenyap dari hidup kita, kita menjadi khawatir, putus asa dan membuat kita bersungut-sungut dan tidak bisa melihat semua berkat yg kita miliki.

Kalau kita lihat firman Tuhan diatas, Tuhan telah mengatakan kepada kita agar kita HANYA mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepadaNya dan bukan kepada yang lain. Bukan kepada manusia, dan juga bukan kepada kekuatan kita sendiri

“ … terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik …” Yeremia 17:5-6

Jika kita ingin hidup berkelimpahan dan penuh kedamaian dalam Tuhan, marilah kita letakkan semua harapan, semua masalah, semua kelemahan kita dibawah kaki salib Tuhan kita Yesus Kristus. Dia yang telah datang kedunia untuk memikul semua dosa dan kelemahan kita, tentunya mengerti semua kebutuhan kita jauh sebelum kita sendiri mengerti apa yg terbaik untuk kita.

Seringkali kita dibutakan oleh keadaan, merasa bahwa apa yang kita inginkan itulah yang terbaik untuk kita, padahal apa sih yang kita tahu tentang masa depan itu sendiri ? yang bisa jelas kita tahu adalah saat ini, saat dimana kita sekarang hidup saja bukan?

Oleh karena itu ayat ini akan sangat tepat untuk kita endapkan dalam ingatan kita:

“Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga” Yoh 3:27

Jadi tidak ada sesuatupun yang akan terjadi dalam hidup anda tanpa campur tangan Tuhan didalamnya. Dia yang tahu apa yang paling baik bagi hidup anda. Jagalah api pengharapan dalam hati anda,

Tuhan memberkati – MG

Memberi dengan Sukacita

by admin
Published on: January 9, 2011
Categories: Siraman Rohani
Comments: No Comments

“ Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah –limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya “ Amsal 3:9-1

Manusia pada dasarnya gampang khawatir, apalagi disaat sekarang ini dimana kita dibombardir dengan segala informasi yang  sering kali lebih menggelisahkan daripada memberi kedamaian seperti kekerasan, perang , bencana alam dan lain-lain yang menambah ciutnya nyali ..

Belum lagi kita juga tambah dipusingkan dengan adanya informasi kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti harga cabai yang meroket, harga beras, susu untuk anak … duh kok naik terus ya ? yang tidak naik cuma gaji kita nih hihiihihihi …  begitu kata seorang teman.

Didalam situasi seperti ini, rasanya banyak orang menjadi berpikir 2 kali sebelum mengeluarkan uang; yah kan dananya tidak bertambah tapi kebutuhan naik terussss … mungkin ini yang ada dibenak semua orang… namun rupanya hal itu bukan yang dikehendaki Tuhan  ..

Dalam ayat diatas Dia meminta kita mempersembahkan HASIL PERTAMA dari segala penghasilan kita … itu artinya sebagian penghasilan kita mesti diberikan dulu kepada Tuhan baru kemudian kita pergunakan untuk memenuhi semua kebutuhan kita . Inilah yang kita kenal sebagai PERSEPULUHAN

Kalau kita buka kitab suci, persepuluhan ini sudah ada sejak jaman Abraham atau sejak dari Kitab Kejadian (kitab pertama)dalam Kitab Perjanjian Lama, bahkan anak Adam dan Hawa pun (Kain & Habil) sudah memberikan persembahan dari hasil kerja mereka kepada Tuhan.

Lalu apa janji Tuhan jika kita mengikuti perintahNya ini?

lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah –limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya

bahkan di kitab Maleakhi 3:10-11 juga disampaikan  :

“ ….. Ujilah Aku, firman Tuhan Semesta Alam apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan Semesta Alam”

Jadi dengan kata lain Tuhan berjanji akan memberkati hidup kita, dan akan memenuhi segala kebutuhan kita. Memang hal ini juga harus dipandang dengan hati-hati. pemberian ini harus didasari dengan kasih, iman dan harapan.

Pemberian kita harus didasari dengan ketiga hal tersebut. Kita memberi karena kita ingin taat kepada Tuhan, karena kita mencintaiNya, ada unsur kasih didalamnya. Kita memberi  seyogyanya bukan karena keterpaksaan atau ketakutan, tetapi karena kasih; kasih kepada sang Pencipta dan juga sesama.

Beratkah memberikan 10% dari penghasilan kita ? pada dasarnya segala sesuatu yang pertama kali kita  kerjakan dan belum menjadi kebiasaan biasanya terasa berat. Ingat saja waktu kita pertama kali belajar bersepeda, duh  lutut dan kaki sampe tergores-gores kan?  …  Tapi pas sudah biasa ditambah kita sudah terbuka akan adanya ancaman global warming; jarak Bintaro – Jl. Jend Sudirman saja dengan enjoy kita lalui dengan penuh “kenikmatan”, berpeluh tidak masalah selama bisa berkontribusi bagi dunia dan anak cucu kita betul gak ?

Lalu kemana persepuluhan itu kita berikan ? Kita semua pada dasarnya diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada semua orang . Jadi alangkah baiknya jika persepuluhan yang kita berikan juga disalurkan bukan saja ke lembaga social seperti panti asuhan, panti anak cacat, tapi juga kepada lembaga2 misi seperti : seminari (sekolah untuk para pastur), yayasan misi, Kelompok Persekutuan Doa, Shekinah, pembangunan gereja  dan lain-lain.

Berikut ini sebagian daftar lembaganya : (daftar ini akan terus kami update, silahkan berkontribusi – admin)

  • Panti Asuhan Pondok Si Boncel – Jakarta : Bank BCA no rek. 6340045571
  • Misi SCJ  – Bank BCA KCP Otista 5530292454 a/n Pst. Hadrianus Wardjito SCJ
  • Panti asuhan Vincentius: Bank BCA Margonda 8690045959
  • Pembangunan gereja St. Maria Bukit Indah Purwakarta: Bank BCA cabang Cikampek 4601326544  a/n Pst. Agustinus Made OSC / teddy Haryono

Semoga Tuhan melindungi dan memberkati kita ,

Selamat memberi dengan sukacita -MG

page 1 of 1
Translate
EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish
Gift for you
Try Subliminal Audio For Free!
Great Information
PPT ID Video Templates 250x250
Opportunity
Nube Warrior Affiliate Amazon Video Course Series 250x250

Welcome , September 2, 2014